//
- 12 Jan 2012

Kuceritakan Padamu Tentang Menjadi Ibu

Beberapa hari yang lalu, aku menyimak sebuah topik mengenai betapa seorang istri yang tidak mau punya anak, betapa ia tidak mau menjadi ibu.
Hati siapa yang tidak miris melihat judulnya 'Aku Tak Mau Punya Anak'.



Setelah berkutat lama, menikmati pembicaraan panas diantara yang pro dan kontra, intinya penolakan itu dilakukan karena alasan zaman yang semakin 'riskan' dalam membesarkan anak dan biaya yang berkali-kali lipat tingginya kelak untuk menghidupi sang anak, belum lagi ketakutan akan karakter sang anak nantinya.

Anyway, terlepas dari itu semua, aku memilih menjadi ibu.

Aku tentu saja khawatir bahwa zaman semakin gila, biaya semakin tinggi, dan anak-anak semakin sulit dikontrol.
Tapi ada satu prinsip dalam hidup :
HIDUP SELALU PENUH MASALAH, bukan karena MASALAH APA YANG KITA HADAPI tetapi BAGAIMANA KITA MENYIKAPI MASALAH.
Mungkin anak adalah salah satunya.
Bagiku, berbagai alasan yang dikemukakan dalam topik tersebut lebih condong kepada : bagaimana menghindari masalah (dalam hal ini adalah anak), mengingat sang penulis topik secara finansial sudah mapan.

Anak bagiku adalah penguji dan pengasah kesabaran dan keikhlasan dari Yang Diatas.

Kalau biasanya orang bilang, anak memiliki rejeki sendiri, akan kutambahkan bahwa anak memberikan ujian tersendiri yang tidak dapat digantikan oleh yang lain.

Kenapa?

Kehadirannya sejak awal adalah menguji kita, menguji kasih sayang kita terhadap titipan Allah.

Siapa sih yang tidak kesal jika tiap makan selalu muntah?
Siapa sih yang tidak kesal jika tiap capek selalu pusing?
Kedua hal di atas hanya contoh ketika seorang ibu sedang hamil muda, kan?

Bisa dibayangkan jika orang lain yang selalu membuat kita muntah tiap makan? Mungkin sudah kita gebuk habis-habisan!

Itu hanya sedikit sekali ujian untuk memperoleh anak.

Belum lagi saat hamil tua, melahirkan dan merawat sang bayi. Semakin besar, juga tak akan berkurang kerepotan memeliharanya. Kita pasti sudah hafal benar apa saja kelakuan kita terhadap orang tua sejak kita remaja hingga dewasa seperti saat ini.

Bagiku, anak adalah ladang pahalaku. Semakin aku bersabar menghadapi kenakalannya, semakin banyak tabungan pahala. Semakin aku berkasih sayang kepadanya, semakin dekat langkahku menuju surga. Dan bonusnya? Doa anak yang sholeh ketika aku sudah tidak ada lagi di dunia. Insya Allah.

Allah tak pernah memberikan cobaan jika kita tidak mampu.

Jadi, mampukah kita menerima amanah dari-Nya?









OUT OF TOPIC


AKHIRNYA AKU MEMUTUSKAN

Melihat begitu banyak (dan panjangnya) ide tulisan di kepala, aku memutuskan untuk mengubah blog ini menjadi dwilingual, karena ada beberapa tulisan yang 'kehilangan esensi'nya ketika ditranslate menjadi English. Maklum, bahasa Inggris-ku masih tahap belajar. Blog ini dibuat dalam bahasa Inggris pun, sengaja sebagai sarana latihan untuk mengasah kemampuanku, agar aku tidak lupa grammar dan vocabulary.

So, enjoy it! ^^


post signature

22 komentar:

  1. Aku malah ga sabar untuk bisa jadi seorang ibu.. ^^ banyak temen2 yang komentar, punya anak susah loh.. repot, dll dll... yaaa.. pasti sih, aku juga ngebayanginnya aja kadang2 suka takut sendiri.. tapi entah kenapa sampai sekarang masih tetep semangat pingin. hihihi.. Semoga deh cepet dipercaya sama yang di Atas..

    Btw, aku suka banget fotonyaaaaa... tonenya bagus deeeh, pas banget sama suasana blognya..

    BalasHapus
  2. Aku sempat ngalamin 'post-partum depression' malah....kerjaannya nangiiiis mulu, karena gak bisa ngapa2in....untunglah hubby sabar banget...

    Klo punya bayi nanti (aminkan ya bebe), gantian ama bubu, jadi gak stress hihihi...

    Tengkyu yaaaa, itu semalaman ngecek warna yg cocok hahaha...worth it deh jadinya baca komen bebe... (^_*)b

    BalasHapus
  3. Salam kenal..blogger pekanbaru ya...eh udah gabung di Komunitas Blogger Bertuah kah???

    BalasHapus
  4. Hai..mdh2an bisa jadi teman betulan nantinya....
    Sudah gabung, tapi ada forumnya gak ya? Pengen ngobrol sesama blogger pekanbaru ^^

    BalasHapus
  5. Aku setuju, menjadi ibu itu memang berkah yah, mo repot, mo seneng, tergantung sang ibu melihatnya dari sisi mana.
    Yang pasti menikah dan memiliki anak adalah sekolah seumur hidup, we learn everything new every day. :)

    BalasHapus
  6. We can learn many things from our children, one of them is we know how much patience we have..terlebih kalo sedang sakit,rewelnya minta ampun, saya setuju dengan pernyataan sampeyan, anak adalah ladang pahala bagi orang tua. nice post mbak :)

    BalasHapus
  7. setuju sekaliiii.. aku bangga jd ibu, dan aku beruntung bs jd ibu. Alhamdulillah Allah berkenan menitipkan amanah besar ini padaku.
    eh btw.. fotonya aku sukaaa... ^_^

    BalasHapus
  8. @Chita :Iya, menjadi ibu itu rejeki loh. Artinya Tuhan mau memberikan pahala lebih banyak lagi untuk kita. Masak ditolak? *gelenggelengkepala

    @Seagate :Iya, terasa banget setelah punya anak, yang biasanya pemarah *ngaku* jadi lebih adem nanganin anak...itulah kekuatan kasih sayang...

    Ditunggu loh postnya lagi mas...udah rindu ama mas bejo, titip salam buat dia ya hihihi

    BalasHapus
  9. setuju dengan tulisan mba Maya ini.
    hiks.. tapi aku masih blum bisa sabaran nih mba sama anak. harus belajar melatih kesabaran terus :(

    BalasHapus
  10. @Cova : Thanks ya cova, itu foto Little Bee belum setahun. Udah brp bulan saaaay? *girangsendiri
    @Dee : Iya, seperti kata Chita, punya anak itu sekolah seumur hidup *plagiat

    BalasHapus
  11. ya di kota2 besar biasanya gitu, kehawatiran yang berlebihan. padahal hidup itu harus dijalani, tanpa masalah ya jangan hidup. dan punya anak itu bukan sekedar melanjutkan generasi, tapi juga cinta. #jadi pengen liat anak en istri yang sedang tidur di kamar sebelah

    BalasHapus
  12. Salam kenal mbak Maya, saya hampir sependapat dengan mbak Maya, menjadi Ibu itu menyenangkan yang ada di benak saya meskipun belum menjadi Ibu, ladang pahala, dan paling penting jadi Ibu itu manfaatnya gede, dengan adanya anak yang sholeh/a nantinya bia menjadi penyelamat lewat doa yang selalu mereka panjatkan :)

    BalasHapus
  13. holaaaa mbak mayya ^^ salam kenaal...wah di pekanbaru yah..dikit OOT, blogger bertuah itu komunitas blogger pekanbaru, silahkan gabung di fb group :blogger bertuah
    ato gag add aja fb ku : ranny afandi, tar aku add di grup.. komunitas bertuah tuh aktif sekali mbak ^^

    soal punya anak, at last,rasa miris juga yah denger ada yang gag mau punya anak. anak itu rezeki, sekaligus pelajaran hidup yang berharga bagi kita ^^

    BalasHapus
  14. Aku setuju, menjadi ibu itu memang berkah yah, mo repot, mo seneng, tergantung sang ibu melihatnya dari sisi mana.

    BalasHapus
  15. @rusydi : Bener mas...Keluarga itu peneduh hati.

    @Neyna : Iya betuuuul...Nilai 100!

    @Ranny : Udah di add ya...Iya, orang yang susah punya anak minta ampun usahanya, eh ini malah gak mau...aneh...

    BalasHapus
  16. anakku udah 2 loh say.. dah berbulan2 umurnya.. :)

    eh tp aku msh muda belia kok.. *pasang muka imut* <<< abaikan :D

    BalasHapus
  17. kali ini aku baru sempet baca cerita yg ini mba mayya..

    memang bener punya anak itu melatih kesabaran tingkat dewa..hehehe..

    dan sampai skrg aku msh belajar melatih kesabaran..

    BalasHapus
  18. @Cova : eh, udah dua yah? Aku ketinggalan info dong? Hihihi...Abis emang mukanya masih belia, jadi daku tertipu nihhhh >_<

    @Tita :Berarti selama ini secret admirer-kah? Hihihi...Mdh2an kesabaran membawa pahala yah... ^_^

    BalasHapus
  19. blognya bagus.. isinya baguus.. Fotonya Baguuuus

    visit back ya sist :)http://leligulali.blogspot.com/

    BalasHapus
  20. Haduuuh..jadi malu...
    Makasih byk dan tunggu kunjunganku yaaaa

    BalasHapus
  21. Kok aneh ya... ada wanita yg tidak mau jadi ibu... Apa jadinya dunia jika semua wanita berfikir seperti itu semua? tidak akan ada keturunan? Punahlah manusia :(

    BalasHapus
  22. @SantiDan untunglah yang berpikir demikian hanya minoritas :)

    BalasHapus

Your thoughts greatly appreciated! Share it with us! (^_^)
Nowadays, I've been have hard times to reply comments or blogwalking to your blog. So, thank you so much for visiting me here!

Facebook

This blog is
Protected by Copyscape Plagiarism Detection
myfreecopyright.com registered & protected
DMCA.com
Copyrighted by Mayya.
Don't copy anything of this blog without any permissions.