//
- 23 Apr 2012

Sebuah Perjalanan


"Ayah ibarat lampu sen, yang mengarahkan keluarga ini menuju ke mana. Sedangkan Bunda adalah lampu utama yang tugasnya menerangi keluarga kita."
~ Ayah, dalam sebuah obrolan malam dengan sang istri.

"Ayah tak usah ragu, pohon yang tumbuh dari biji jauh lebih kuat, tinggi dan besar daripada pohon yang berasal dari cangkok dan tumbuh di dalam pot."
~ Bunda, menyemangati sang suami untuk usahanya yang benar-benar dari nol dan hanya bermodal skill.

"Teman bisa datang dan pergi, tapi keluarga akan selalu ada untuk Bunda."
~ Ayah, menenangkan hati sang istri yang sedih karena merasa dilupakan teman-temannya.

"Bunda akan selalu sama Ayah, sampai mati!"
~ Bunda, melampiaskan kesedihan kepada sang suami karena kehilangan ayahnya untuk selamanya.

JOURNEY
Copyright @ Mayya's Hubby






Kekasihku, masih ingatkah engkau pertama kali kita bertemu?
sejak saat itu hatiku terpaut padamu
Tuhan ternyata begitu menyayangi kita
Meniupkan romansa cinta penuh dilema
Laksana
Seabadi kisah Romeo-Juliet
Kerinduan kekal Majnun akan Layla
Sebebas kupu-kupu Sampek dan Engtay

Seberkas sinar mentari pagi menelusup
jendela kamar kita
Aku terjaga di kala fajar
dalam pelukanmu
Melenakan diri dalam wangi tubuhmu 
Merasakan desah nafas tidurmu
Mengiramakan detak jantung di dadamu

Waktu pun menjadi beku
Didera kecemburuan padaku
Membiarkan aku membelai pipimu
Aku bersyukur
Sehari lagi menyertaimu
Bertanya
Hingga kapan kerut akan muncul di wajahmu
Dan aku masih disini denganmu

Hembusan angin menjadi dingin
Didekap iri terabaikan olehku
Membiarkan aku mengecup dirimu
Mengawali hari-hari yang masih
diijinkan untuk kita terus bersama

Apa yang sedang engkau mimpikan, sayangku?
Apakah ada aku disana?
Apakah kita sedang bergandengan tangan dan berjalan mesra?

Kekasihku,
beribu purnama menunggu
berjuta mimpi menanti
Cinta kita pun diuji:
Awan mendung berarak
Kerikil tajam berserak
Dan cinta adalah perisai,
Jari-jari kita berpagut
Langkah-langkah kita merajut
Mari kekasih,
marilah kita menari
Memainkan simfoni
hidup yang penuh misteri
Hingga nanti, sayang
Hingga arloji nafas terhenti


From my deepest love,
Your wife,
Adinda Mayya



post signature

8 komentar:

  1. wah.. kkasian suaminya di jadiin lampu sen.. hehehe.. :)

    BalasHapus
  2. @Didin SupriatnaMakasih atas kunjungannya mas...

    BalasHapus
  3. @I Love IndonesiaLah, daripada jadi roda toh? ;p

    BalasHapus
  4. hay maymbak a...terkadang untuk menghadapi sesuatu itu memang banyak kerikil tajamnya apalagi kehidupan dalam keluaraga berusaha untuk jadi yang terbaik itu lebih baik, belajar dari pengalaman akan lebih baik lagi...
    tetap semangat jangan pernah merasa jenuh...
    keluarga adalah segala2nya...

    Salam kenal...

    Cianda

    BalasHapus

Your thoughts greatly appreciated! Share it with us! (^_^)
Nowadays, I've been have hard times to reply comments or blogwalking to your blog. So, thank you so much for visiting me here!

Facebook

This blog is
Protected by Copyscape Plagiarism Detection
myfreecopyright.com registered & protected
DMCA.com
Copyrighted by Mayya.
Don't copy anything of this blog without any permissions.