//
- 1 Okt 2012

Dua Kali THR Setahun

Jika ditanya kampungnya Mayya di mana? Jujur saya bingung menjawabnya. Mau jawab Padang, saya hanya numpang lahir disana. Pekanbaru? Yah, saya memang besar di kota ini hampir seumur hidup saya, tapi tiap Lebaran saya pulang kampung ke Payakumbuh. Mau jawab, Payakumbuh, itu kota kediaman mertua saya. Lalu saya harus jawab apa?
credit
Lain lagi kebingungannya jika ditanya orang mana? Jika dijawab orang Minang, saya tidak fasih berbahasa Minang dan tidak tahu kampung saya yang pasti. Jika dijawab orang Tionghoa, saya juga sama sekali buta bahasa Mandarin. Sungguh dilema.

Menjadi bagian dari keluarga multi etnis dan multi agama membawa berbagai pengalaman unik bagi saya. Walaupun terkadang pengalaman unik itu kadang tidak menyenangkan seperti ejekan-ejekan yang diberikan orang-orang yang pikirannya  masih kerdil.

Namun, diberkahi dengan anugrah seperti ini, sungguh membahagiakan pada dasarnya.
Salah satu contohnya adalah setiap tahun saya bisa merayakan dua hari raya.
Hal ini terasa sekali ketika saya masih kanak-kanak.

Ketika Lebaran tiba, itu adalah saatnya panen THR. Datang ke rumah-rumah orang bareng teman-teman Madrasah, atau bareng orang tua, pasti selalu dapat THR kan? Jangan ditanya betapa kenyangnya disuguhi makanan terus menerus atau mencoba berbagai minuman soda yang beraneka rasa. Pada saat lebaran, (alm) papa biasanya mengajak kami silaturahmi ke rumah saudara-saudaranya yang muslim. Disinilah saya mengenal perbedaan dan menghargainya.

Sepupu-sepupu saya begitu berbeda.
Yang laki-laki biasanya berkulit hitam dan bermata sipit.
Yang perempuan biasanya berkulit putih dan bermata sipit juga, namun fasih berbahasa Minang.

Satu hal yang saya tidak pernah lupa, ketika salah seorang Ii * saya mengatakan anaknya yang perempuan mulai masuk Madrasah (MDA). Dan saya tahu betul sepupu saya itu mirip banget dengan Tina Toon (sewaktu kecil), dan tiba-tiba saya membayangkan Tina Toon yang sedang pakai jilbab pergi ke MDA! Unik kan? Hahahaha....

Jika anak-anak lain mendapatkan THR hanya ketika Lebaran, saya dan adik-adik saya mendapatkan THR yang kedua, yaitu ketika Imlek. Itulah gilirannya (alm) papa mengajak kami berkunjung ke rumah saudara-saudaranya yang merayakan Imlek. Sama seperti Lebaran, kami (saya dan adik-adik) mendapatkan angpao dan entah kenapa, bagi saya, angpao itu adalah surga-nya THR! Jumlahnya besar bok! Kami wajib memberi salam ala film kungfu (menyatukan kepalan tangan di dada) dan mengucapkan 'Gong-Xi, Gong-Xi (dibaca: Kiong Hi, artinya: selamat) dan angpao pun mendarat di tangan.


credit

Yang saya sukai dari Imlek adalah lampion-lampion merah yang dipasang dan kertas angpao yang dipasang di pohon sakura imitasi. Entah kenapa, saya selalu suka!
Selain itu, manisan-manisan khas Tionghoa yang selalu bikin ketagihan memang tiada duanya. Hihihi...*ujung-ujungnya makan*


Karena satu dan lain hal, entah kenapa, kami berhenti berkunjung ketika saya beranjak SMA.
Setelah menikah dan meninggalnya papa, tiba-tiba saya begitu rindu keluarga besar papa saya. Karena dengan mereka-lah papa yang saya sayangi itu ada. Merekalah yang berada dalam kehidupan papa saya semenjak beliau kecil. Jadi Imlek tahun lalu, saya memutuskan untuk kembali bersilaturahmi. Kali ini saya telah dewasa, menikah dan mempunyai pangeran kecil.

Imlek tahun ini adalah imlek pertama bagi saya setelah menikah. Mengobati kerinduan saya akan papa. Mengobati kerinduan akan kehangatan perbedaan. Mengobati kerinduan saya akan jati diri saya sebagai setengah Tionghoa. Berkumpul dengan sepupu-sepupu saya lagi yang juga kini telah dewasa, menikah dan punya anak.

Little Bee kini tak hanya belajar mengenali keluarganya, ia juga belajar makna perbedaan.
Foto diambil Imlek Januari 2012
Bajunya hadiah dari Apo, neneknya Mayya, buyutnya Little Bee

Saya teringat dengan keraguan yang terlintas ketika memutuskan berjilbab bertahun-tahun dulu, akankah keluarga papa saya menerima? Karena pada saat itu, saya satu-satunya yang berjilbab.

Keraguan itu hilang seketika, ketika saya memasuki pintu rumah Ii saya untuk berkunjung Imlek kemarin, dan melihat sesuatu yang membuat hati saya berbunga-bunga, istri sepupu saya, juga memakai jilbab. Subhanallah!


We could learn a lot from crayons. Some are sharp, some are pretty, some are dull, some have weird names, and all are different colors. But, they all fit nicely into the same box. ~Unknown

*Ii : panggilan tante dalam budaya Tionghoa

post signature

45 komentar:

  1. seneng mba baca paragraf terakhirnya, bukan paragraf quote nya.

    waktu SMA aku juga punya temen yang multi etnis juga multi agama di keluarganya. tiap hari raya kerjaannya pamer angpaonya dan emang gede bener duitnya (jumlahnya) hahahahhaaaa...

    little bee nya mbak lagi gaya salam ala kungfu yaa hehehee :D

    BalasHapus
  2. wah asik banget... THR nya dapet 2 kali pas lebaran dan imlek.. mantap dah... :)

    BalasHapus
  3. hihihi berarti kemaren little be dapet 2 kali THR juga dong ya..;D

    suka banget quote terakhirnya..:)

    BalasHapus
  4. setuju mbak yg penting memaknai & menghargai perbedaan.. Asik dong jd dpt 2 angpaonya :D

    BalasHapus
  5. may..
    dikeluarga gw juga gituh, campur2 ada jawa dan china, trus banyak juga sodara gw yang kristen jadi di gw tuh tiap hari lebaran, imlek dan natalan kita silahturahmi terus dan THR juga jalan terus :)

    BalasHapus
  6. semua yang terjadi jika dipandang dari sudut positif, dan selalu berprasangka baik terhadap suku berbeda. jadi lain ceritanya ya..

    jadi indah :D

    BalasHapus
  7. Bee..ntar kalo dah dapat angpao banyak, bagi ke ohm yaaa hehehehe

    BalasHapus
  8. Justru itulah serunya perbedaan. Aku menyukai perbedaan, krn masing2 dr kita akan terlihat keunikannya 1 sama lain. Sejak kecil aku terbiasa bergaul dgn etnis 'n agama yg berbeda. Lebaran, natalan 'n imlekan sama serunya buatku, coz dpt angpao ma makanan banyak.. haha..

    BalasHapus
  9. Yup, emang harus dari kecil diajarin tentang perbedaan, May :)
    Btw, sayang banget ih kamu nggak belajar Bahasa Minang dan Mandarin, itu kan dua bahasa yang berguna banget :D

    BalasHapus
  10. Mbak, bisikin dong gede angpaounya berapa hihihi... ^_^

    BalasHapus
  11. banyak miripnya kt may,,, aku jg lahir di padang, bsr di pdg, mpe sekarang masih di padang. cm klo THR ya 1x doang pas imlek, dlu pas kuliah dapet juga dari ortu tmn" klo lebaran, hehehe...

    BalasHapus
  12. @JejakShallyditraktir ke kantin gak tuh shally?

    iya tuh, lagi minta angpao ama anty shally hehehe...

    BalasHapus
  13. @DesiYup, bener...! Aku juga suka banget quote-nya, mbak Desi...

    BalasHapus
  14. @Nike (Tania's mom)Lah, lebih banyak lagi nih THRnya hihihi...Beruntungnya Tania yak!

    BalasHapus
  15. @SeagateIiihhh...om sigit matreeee....hohoho...

    BalasHapus
  16. @DellaBahasa minangnya pandai kalau lagi di sumbar, klo udah balik ke rumah, ilang ilmunya. Klo mandarin emang gak diajarin, krn (alm) papa juga gak bisa hahaha....

    BalasHapus
  17. @Olivia KamalKlo sekarang udah emak2 gini gak dapet lagi kan yak? Skrg saatnya anak2 dapat giliran kan? ^^V

    BalasHapus
  18. @Mayya
    aaaaaa.. tidak !! aku blom berpenghasilan. eh berarti seharusnya aku masih dapet angpao nih *samperin mba Mayya pasang gaya ala kungfu*

    boro-boro ditraktir mba, dia udah cukup seneng banget tuh klo udah pamer duit angpaonya, tapi temen nya ini gak pernah kecipretan ahahahhaaa...

    BalasHapus
  19. aku pernah dapat angpau waktu kerja dulu :)

    BalasHapus
  20. ketika dua etnis berpadu,,maka berbaur pula budayanya..sungguh indah jadinya..apalagi bisa dua kali thr dalam setahun :)

    BalasHapus
  21. subhanallah, berarti dia jd udh masuk islam y mbak :)
    yah, indonesia sbnrnya ngr yg pling indah krn menghargai keberagaman. akan tetapi, skrg hal tsb mulai pudar :(

    BalasHapus
  22. Mayyaaaa...
    alangkah berwarna nya hidup ini karena perbedaan...

    Kalo sama semua gak seru kan yah :)

    Little bee, inget, angpao nya jangan dititipin ke mama yah :)

    BalasHapus
  23. sama kita mba, aku juga suka bingung klo ditanya org apa, udah campur2 ga jelas. muka arab sih masih lumayan jelas, tapi bahasa arab buta banget hahahaha....

    BalasHapus
  24. Salam Blogger Indonesia, jika anda gemar menulis di blog serta memiliki waktu luang, ikutilah Blog Review Competition 2012 By Laku.com dengan Hadiah Total 16 juta Rupiah untuk 20 pemenang. Jadi kesempatan menangnya sangat besar lho.

    Rincian Pemenang:
    Pemenang I: Uang tunai Rp. 5.000.000
    Pemenang II: Uang tunai Rp. 3.000.000
    Pemenang III: Uang tunai Rp. 1.500.000
    Pemenang 4-10: Uang tunai Rp. 500.000
    Pemenang 11-20: Uang tunai Rp. 300.000

    Silahkan daftarkan artikel blog anda di Blog Review Competition 2012 By Laku.com

    BalasHapus
  25. Senangnya punya latar belakang yang bermacam-macam, nggak semua orang punya kelebihan itu yah... :)
    Ihh, Little Bee imut banget fotonya... :D

    BalasHapus
  26. Enak dong rejeki nomplok dua kali thr mba...hihhi... Ngomonin imlek jd pengen kue keranjang

    BalasHapus
  27. Karena perbedaan itu indah, begitulah kalimat yang pernah saya tulis mengingat perbedaan keluarga dari kedua orangtua saya yang berbeda.

    salam kenal mba...:)

    BalasHapus
  28. @catatannyasulungIya lung! Jangan sampai kita mudah terhasut ya kan?

    BalasHapus
  29. @Bibi Titi TelitiIya bener, apalagi klo mukanya sama semua >___<

    Angpao yang mana? *uhuk*

    BalasHapus
  30. @Laku.comTerimakasih atas kunjungan dan informasinya....

    BalasHapus
  31. @ChitaMdh2an yg membaca jadi tau, bhw perbedaan bukan berarti permusuhan ^__^

    Makasih ya aunty Chita!

    BalasHapus
  32. @Dee AyuAh, aku juga jadi kangen makan kue keranjang >__<

    BalasHapus
  33. @Dwiyani (Bunda Samara)Bener sekali mbak...

    Salam kenal kembali ^___^

    BalasHapus

Your thoughts greatly appreciated! Share it with us! (^_^)
Nowadays, I've been have hard times to reply comments or blogwalking to your blog. So, thank you so much for visiting me here!

Facebook

This blog is
Protected by Copyscape Plagiarism Detection
myfreecopyright.com registered & protected
DMCA.com
Copyrighted by Mayya.
Don't copy anything of this blog without any permissions.