//
- 6 Des 2012

[FlashFiction] Betina


credit
Malam ini begitu dingin. Menggigil dan gemetaran di teras, aku beranjak masuk ke kamarnya tanpa mengetuk. Ia sedang berbaring di tempat tidur, di depan laptopnya. Dila menampungku di rumahnya sejak hujan sudah beberapa kali mengguyur kota ini. Aku masih ingat siang itu, dengan basah kuyup mencari tempat berteduh. Kebetulan pula saat itu aku tak ada tempat bernaung. Ia melihatku duduk di teras dengan badan kebasahan dan kedinginan, tanpa basa-basi memakaikan handuk kering agar tubuhku hangat.
Ia juga segera mengajakku masuk kerumahnya, tanpa takut bahwa kami tidak saling mengenal. Atau tepatnya dia tidak mengenalku. Makanan hangat segera ia sajikan untukku. Dila bilang, "Kamu kurus, perlu banyak makan! Pasti akan lebih tampan keliatannya", sambil tersenyum dan membelai kepalaku.

Jangan ditanya bagaimana senangnya hatiku menerima kebaikan itu. Aku makan dengan lahap. Sudah beberapa hari ini aku tidak makan. Malah kadang-kadang aku harus mencuri agar bisa bertahan satu hari untuk hidup.
Sekali dua kali aku tertangkap basah sedang mencuri, dan kemudian hasilnya tentu saja, aku dipukuli sang empunya bertubi-tubi. Yang terpikir saat itu hanyalah lari sekencang-kencangnya dan tak kembali lagi.
Berhenti? Aku akan mencuri lagi di tempat lain. Sudah nasibku akan begini terus. Beruntung aku sekarang berada disini, di tempat yang hangat dan nyaman seperti ini.

Anehnya, Dila sama sekali tak sungkan denganku. seperti kawan lama yang baru berjumpa. Tak ada yang dia tutup-tutupi dariku. Seenaknya ia memakai celana pendek dan tanktop walaupun aku ada dirumah. Memeluk dan menciumku tanpa rasa malu.

Aku yang awalnya begitu canggung, namun sekarang juga tak bisa lepas darinya. Kemana ia pergi, aku akan selalu dekat dengannya. Dila senang jika aku tidur-tiduran di pangkuannya, di pahanya yang putih dan mulus itu. Aku? Tentu saja menikmatinya.

Ketika aku masuk ke kamarnya, Dila menyadari kehadiranku dan tersenyum. Mengajakku untuk naik ke tempat tidur. Lalu aku pun berbaring di sampingnya. Kini perhatian Dila beralih dari laptopnya pada diriku.
Ia mulai menciumku, memaksaku untuk berada di pelukannya, dan tangannya tak lepas dari setiap detail badanku. Aku pasrah, bagaimana bisa aku menolak gadis secantik ini? Dila telah begitu baik padaku. Dila begitu mencintaiku.
Dila begitu memujaku.

Tapi bagaimanapun, aku tak akan bisa mencintainya. Tak bisa. Tapi Dila terus menerus melakukan ini padaku. Akan lebih baik jika aku mengatakannya. Aku mencoba memberanikan diriku. Aku menutup mata, mulai menghitung dan membuka mulut,



"MEONG...."



Ya, aku lebih tertarik dengan para betina dibandingkan engkau, Dila.

post signature

30 komentar:

  1. hahaha... sudah kuduga pasti kucing... kereeenn..... ^_^

    BalasHapus
  2. kucing dikasih ikan asin emang gak ada yang nolak ya..hahaha

    BalasHapus
  3. Pantasan gak tertarik.. ternyata dia si Meong...

    BalasHapus
  4. yang bilang meong itu si aku, dila, ato tetangga sebelah ya..?

    *kabur

    BalasHapus
  5. Flash fiction-nya keren, nggak ketebak sampe kata "meong" yang terakhir itu... Keren...

    BalasHapus
  6. koq bisa sih nulis yg beginian...ajariiinnn :)

    BalasHapus
  7. hihihihi...sudah diduga pasti meong..
    baguuus banget. Mbak Mayya sangat pinter meracik cerita, membuat yang baca terus dan terus untuk tahu sampe akhir cerita...

    Pengen deh belajar nulis kayak mbak mayya...*dua jempol buat mbak mayya*

    BalasHapus
  8. Whahaha... Perlu ditambahi, *diceritakan kembali dari kisah nyat Dilla.

    BalasHapus
  9. kwkwkwkwkwkw, ini fiksi kedua yang menjebak tentang kucing yang pernah aku baca. dulu di kompasiana, sekarang punya mbak mayya. jempol..!!!

    BalasHapus
  10. Hihihi ternyata si Meong, pantesan Dila yang putih mulus aja di tolak :D

    BalasHapus
  11. I knew it on the moment dia bilang mencuri. Pasti kucing, hihihi..

    BalasHapus
  12. hihhi meooong...:D
    keren banget mba..kita diajak untuk menerka2 dulu siapa si cowo itu karna ada kata2 tampan. Ga taunya...hihihihi

    BalasHapus
  13. @nisamamabisa ketebak ya? harus lebih nyembunyiin clue lagi nih hihihi...makasih ya!

    BalasHapus
  14. @Tita Oktiaku juga suka ikan asin loh mbak hehehe...

    BalasHapus
  15. @a.i.raku tahu, yang bilang mas affan kan? hihihi...

    BalasHapus
  16. @Rama Deppmakasih mas Rama :) makasih juga sudi berkunjung kesini...

    BalasHapus
  17. @rodamemniyaaa...ntar diajariiiiin :)
    tunggu project di januari yaaaa...

    BalasHapus
  18. @ceritasofidipuji begitu jadi malu beneran mbak sofi, aku masih pemula iniiiih *blushing*

    ikutan project awal tahun ya, biar diajarin bikin fiksi :)

    BalasHapus
  19. @Muh Nahdhi AhsanSihiiiiy...si mas jangan-jangan naksir Dilla nih! ;p

    BalasHapus
  20. @SeagateKlo Kang Bejo mana bisa nolak ginian ya kan? *eh

    BalasHapus
  21. @DellaHihihi...si mbak tau aja ih!

    BalasHapus
  22. @DesiSuka deh menjebak-jebak hehehe....

    BalasHapus
  23. hahaha baru bacaaa... aku pikir doggy hihihi... abis kok dielus2 kepalanya :p.
    Taunya meong bukan wuff... :p

    BalasHapus
  24. @Vica ItemHahaha...berarti udah 90% hampir bener ya mbak Vica!

    BalasHapus

Your thoughts greatly appreciated! Share it with us! (^_^)
Nowadays, I've been have hard times to reply comments or blogwalking to your blog. So, thank you so much for visiting me here!

Facebook

This blog is
Protected by Copyscape Plagiarism Detection
myfreecopyright.com registered & protected
DMCA.com
Copyrighted by Mayya.
Don't copy anything of this blog without any permissions.