Trip To Sumbar : Berburu Sunset dan Pashmina - Part 1

Kamis, Mei 24, 2012
Comments 44 komentar
credit
Long weekend lalu, Alhamdulillah, hubby mengambil cuti kantor dan kami sekeluarga pergi berlibur. Jadi maafkan daku sepanjang minggu itu aku gak nongol blogwalking di blog teman-teman semua apalagi reply komen di blog sendiri.

Pantai adalah tujuan liburan kami. Kenapa? Karena sejak menikah, aku belum menginjakkan lagi kaki ke pantai! Gak tahu mesti sedih atau prihatin >_<
Disamping berlibur bersama keluarga, hubby juga mengerjakan prewedding project untuk partner studio hubby. Dilema dan sedikit galau juga, mikir, ini hubby mau kerja atau mau liburan? T_T

Apa boleh buat, disamping karena kami gak belum punya mobil sendiri, kapan lagi liburan gratisan? Mungkin juga tersulut emosi karena faktor liburan gratisan ke Korea ala Bibi Titi Teliti hahaha...

 Jadi pergilah kami bertujuh yang terdiri dari aku, Little Bee, sang pasangan calon pengantin, dua orang kru fotografer dan seorang make-up artist.
Hubby baru menyusul sehari berikutnya karena baru mendapatkan cuti di hari Jumat, sehingga bisa berangkat Kamis malam.Berhubung perjalanan panjang baru dimulai di hari Jumat, hubby memutuskan agar aku dan Little Bee lebih dulu pergi agar bisa beristirahat dulu sehari penuh di Payakumbuh.

PAYAKUMBUH

Hari Rabu malam, pukul sembilan lebih, kami berangkat dari Pekanbaru ke Payakumbuh. Malam itu kami tiba di rumah mertua kira-kira pukul 3 subuh. Sebenarnya perjalanan Pekanbaru-Payakumbuh hanya 4-5 jam namun karena ditambah dengan leha-leha di tempat makan, perjalanan jadi lebih lama.
Pekanbaru - Payakumbuh

Kamis, prewedding photo session pertama dilakukan di Payakumbuh yaitu di tempat wisata Harau dan persawahan. Aku dan Little Bee tidak ikut, beristirahat untuk menyimpan energi untuk esok hari. Hubby tiba kira-kira pukul 2 malam di Payakumbuh dengan travel.

Jumat, photo session sunset. Rute perjalanan adalah Payakumbuh - Bukittinggi - Padang - Pantai Nirwana. Karena seorang kru harus kembali ke Pekanbaru untuk mengerjakan project wedding dari klien, maka yang berangkat total bertujuh orang. Perjalanan dimulai jam 9.30 pagi dan tiba di Bukittinggi jam 11 kurang. Alhamdulillah jalanan tidak macet karena biasanya jika holiday season tiba, macetnya ampun-ampunan serasa di Jakarta.

Payakumbuh - Bukittinggi

BERBURU PASHMINA - BUKITTINGGI

Setiba di Bukittinggi para wanita hunting berbagai macam pashmina dan asesoris menunggu para lelaki menunaikan sholat Jumat. Tempat hunting yang kami pilih adalah Pasar Ateh (Pasar Atas) yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki 50m dari Jam Gadang. Bukittinggi adalah surga jilbab murah. Siapa yang tidak tergoda dan kalap mata? >_<

Ini pengakuan belanjaanku di hari itu:
- Pashmina Kaos 2 buah@40rb [tawaran awal 75rb] (ternyata ini mahal! karena nemu bahan yang sama juga seharga 25rb)
- Pashmina Kaos 1 buah@25rb [tawaran awal 65rb] + 2 bandana = total 30rb
- Bandana 3 buah 10rb
- Bros cantik 3 buah @ 5rb
- Baju Stel Laskar Pelangi dengan sablon timbul Jam Gadang Bukittinggi untuk Little Bee ukuran 4 tahun @15rb [tawaran awal 45rb]


Kelupaan moto bros ;p

Salah satu dua tips agar bisa menawar dan mendapatkan harga semurah itu adalah:

1. Pertama, PAKAILAH BAHASA MINANG! Pedagang-pedagang di Sumbar akan menaikkan harga setinggi-tingginya jika kita menawar barang dengan bahasa Indonesia, jadi ingatlah tips ini jika ada yang berencana liburan ke Sumbar.Kalau gak pandai bahasa Minang, ini sedikit percakapan jika berbelanja:
* Bara iko, uda/uni? (Berapa ini, abang/kakak?)
* Indak bisa kurang lai? (Tidak bisa kurang lagi?)
* Awak ambiak ciek/duo/tigo (Aku ambil satu/dua/tiga). Ini jawaban jika sang pedagang menanyakan berapa yang mau dibeli

2. Tips kedua adalah menawar kurang dari setengah harga yang ditawarkan pedagang. Jika ditawarkan 75rb tawarlah kira-kira 25rb. Jangan takut membabat harga karena memang kenyataannya demikian. Paling banter diomeli pedagang karena menawar terlalu murah ;P *toh gak rugi apa-apa, gw gak kenal lo* #tsaaaah
 
Rayulah (dengan ngotot) dan jika masih belum berhasil (ketika kita udah naikkan tawaran jadi 30rb atau 35rb) pura-pura beranjak pergi (jika rasanya barang itu akan ada di tempat lain). Beruntung jika pedagang itu memanggil lagi, dia nyerah! *sombong dan bangga banget rasanya jika merasakan sensasi kemenangan ini* #eaaaaa *penyakit emak-emak pelit ngirit*

Jika pedagang rugi bandar dan demo gara-gara postingan ini, jangan salahkan bunda mengandung diriku tapi salahkan orang-orang yang terhasut oleh tips-tips mautku ;p

Karena diburu waktu, kami tidak sempat mengabadikan foto di pasar tradisional ini aiihhhh  >_<

PADANG

Setelah sholat dzhuhur dan makan siang, kira-kira jam 2 siang kami berangkat dari Bukittinggi ke Padang. Lama perjalanan kira-kira 2,5 jam. Kenyataannya kami tiba di Padang pukul 5 sore.

Bukittinggi - Padang
Sesampainya di Padang, hubby kopdaran dengan salah seorang teman lamanya dari tahun 2008 di Fotografer.net, (uda) Adone di studio fotografi miliknya. Yeah, gak blogger aja yang kopdaran, tetapi para fotografer juga. Ini kopdar pertama mereka dan mereka akrab sekali *membayangkan aku kopdar dengan kalian deeeeh*
Di studio itu juga, hubby juga bertemu dengan beberapa orang dari salah satu komunitas fotografer sumbar yaitu The Patiakers, Freddy aka Teddy dan Putra.

[Foto bareng kami Insya Allah ada di part 2]

Berikutnya, uda Teddy dan uda Putra inilah yang menjadi guide kami menuju pantai eksotis untuk ber-sunset ria tapi syaratnya kami harus nginap di rumah uda Putra. Syarat yang terlalu gratis berharga untuk dilewatkan!
Aku sempat melihat beberapa hasil jepretan landscape uda Teddy dan aku terkagum-kagum dengan keindahan sunset pantai yang ia hasilkan. Mulailah hubby melancarkan virus agar mereka membuat blog sendiri. Psstt, padahal hubby ampe sekarang belum juga punya blog, karena alasan klasik, SIBUK! Preeeet! (Mudah-mudahan jika hubby membaca ini, segeralah bertobat untuk membuat blog fotografi sendiri, gak ditebeng-tebengin istrinya disini.... *halah* Eh, tapi masih bisa malak foto kan? Ntar apa isi blog ini cobaaaa?)

BERBURU SUNSET - PANTAI NIRWANA

Back to the topic, kami bergegas menuju pantai Nirwana (hanya beberapa km dari Padang) setelah make-up prewedding wanita selesai. Jam sudah menunjukkan waktu 17.45. Sunset berakhir jam 7 malam. Berpacu dengan waktu.

Subhanallah, pemandangan pantai dan pelabuhan dari tebing jalan raya begitu menakjubkan. Mercusuar, kapal barang, kapal pesiar menghiasi permukaan laut begitu indahnya ditambah dengan lampu-lampu rumah pada bukit-bukit yang semakin membuat semarak suasana pantai di sore hari. Namun apa daya, karena dikejar waktu, pemandangan yang disebut Bukit Lampu ini tidak bisa kami sajikan.
Tibalah kami disana pukul 18.15. Macet sekali lagi menjauh dari kami. Tapi sayangnya, tidak dengan cuaca. Waktu teramat mepet dan tiba-tiba cuaca yang dari cerah berubah mendung. Huaaaa...benar-benar pengen jambak rambut!

Padahal rencananya di sunset ini, udah berambisi mau foto pasca wedding dengan hubby  dengan adegan kissing...Huaaaaaa..... *tendang kompi*

Little Bee yang belum pernah ke pantai, begitu takut merasakan air laut yang menyapa pantai. Pelan tapi pasti dengan memain-mainkan pasir pantai, akhirnya Little Bee pun keasyikan bermain air dengan ibunya ini.




Pemotretan prewedding dilakukan dengan terburu-buru, cuaca yang mendung juga tidak memberikan hasil cahaya yang baik walaupun sudah memakai lighting. Mood hubby pun jadi gonjang-ganjing, tapi tetap menghibur diri, photo session esok hari lebih baik dari ini.
behind the shoot scene - SUNSET

curi kesempatan di tengah pemotretan


Kami kembali ke Padang dengan diguyur hujan lebat lokal. Sesuai janji, kami menginap di rumah uda Putra mempersiapkan energi untuk tujuan besok, pantai elok nan eksotis, Pantai Batu Kalang lengkap dengan foto-foto menakjubkan!


post signature
continue >>

Motherhood is A CHOICE

Senin, Mei 14, 2012
Comments 76 komentar
Little Bee, our son, grow and grow up like a tree!
"Selamat siang, dengan ibu Mayya?", pertanyaan yang terdengar setelah aku mengangkat dering hp-ku dan menjawabnya.

"Iya benar, ini dengan siapa?", tanyaku.

"Saya dari panitia ujian kedua Badan Pemeriksa Keuangan, Bu. Kami menunggu ibu untuk daftar ulang ujian. Hanya ibu yang belum mendaftar.", jelasnya.

Dadaku berdegup kencang.
Dari ratusan orang untuk satu jurusan yang mengikuti tes pertama di kotaku, hanya 23 orang yang terpilih untuk mengikuti tahap selanjutnya, termasuk aku.
Aku sedang di kantor sekarang.
Semalam aku sudah menangis seharian.

"Maaf mbak, saya tidak bisa ikut ujian. Suami saya tidak mengijinkan", jawabku.

"Mmmm...Kalau begitu, terima kasih ya bu....", tutupnya dengan setengah hati.

Itu hanya alasan klise. Sesungguhnya akulah yang tidak mengijinkan diriku untuk ikut.

Bagai buah simalakama. Lebih baik aku tidak mengambil buah itu.

Jika aku mengikutinya dan aku lulus, tidak ada jaminan aku akan tetap di kota ini.
Jika aku mengikutinya dan aku lulus, aku tidak bisa membatalkannya, dikarenakan denda 10 juta itu.
Jika aku mengikutinya dan aku lulus, aku akan kembali menjadi wanita kantoran, mengurungkan niatku untuk berhenti bekerja, meninggalkan buah hatiku lagi. Seumur hidup.

Mungkin aku terlalu cinta suamiku. Mungkin aku terlalu cinta anakku.
Mungkin seperti inilah pengorbanan yang diperlukan dari seorang wanita.

Hidup memang sungguh penuh misteri.
Awalnya aku hanya iseng mengikuti ujian ini, yakin bahwa aku tidak mungkin lulus dengan soal-soal yang demikian rumit.
Aku ingin tahu, sampai dimana kemampuanku setelah beberapa tahun. Ujian bagai anak kuliahan lagi.
Bersaing dengan para fresh graduate.
Adrenalin.
Butiran keringat.
Detik demi detik berharga.
Memeras otak.
Aku hanya ingin tahu, apakah otakku ini sudah beku dirajam perintah para atasan, mengejar report demi report.

Nyatanya, bukan otakku pada akhirnya yang diuji, tapi hatiku.

Sesungguhnya saat itu, bukan ujian diatas kertas yang aku ikuti, tapi sebuah ujian hidup.

Sekali lagi itu saja aku menangis, setelah telepon ditutup.
Besok-besok aku tidak akan menangis menyesali apa keputusanku.

Gengsi?
Uang?
Pangkat?
It doesn't matter anymore.

Aku ingin
Dengan setiap peluh keringat yang menetes
Dengan setiap hembusan nafas
Dengan setiap detak jantung
Melihat proses kehidupan mereka

Tiada lagi yang lebih bahagia bagiku
Anak-anakku tumbuh dan besar di tanganku

Form peserta ujian itu akan aku bingkai dalam album hidupku.
Mungkin suatu saat, suatu hari nanti, anak-anakku akan mengerti betapa besar kasih sayangku untuk mereka.


Waktu tidak akan bisa kembali...


Demikian juga waktuku untuk bersama keluargaku.

~ Sebuah hari luar biasa di bulan November 2009


post signature





PS: Mbak Nova, aku ijin share videonya yaa ^_^
continue >>

Another Homework

Comments 19 komentar
credit
Minggu lalu, aku diberikan setumpuk PR oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab orang-orang yang terlalu sayang kepadaku, sehingga membuat aku sakit kepala dan sakit gigi jika tidak mengerjakannya.
continue >>

# 3 Flower of March : Wild Cosmos

Rabu, Mei 09, 2012
Comments 40 komentar
This is the 2012 project to collect 12 kinds of flower.
My hubby took this picture when it's bloom.
 
# 3 Flower of March:
Wild Cosmos | Kenikir | Cosmos Caudatus

The Flower Project List:
#1 Flower of January : Pink Rain Lily
#2 Flower of February : White Alder

post signature
continue >>

Permen Atau ... ?

Senin, Mei 07, 2012
Comments 48 komentar
credit
Kejadian ini terjadi kira-kira ketika aku duduk di SMA dan adik bungsuku, Dyto berusia 5-6 tahun. Hahaha...iya bener, usiaku dan adikku itu terpaut 13 tahun looooh!
Ia punya kebiasaan tidur agak malam, jadi sekitar jam 9 atau jam 10 malam ia masih betah nonton TV. Dan dari situlah, sebuah peristiwa tak terlupakan di hidupku terjadi.
Aku yang entah asyik ngapain, yah biasalah, entah mungkin sms-in teman-teman cewek se-geng, atau terima telpon dari fans-fans cowok *please ignore!* diinterupsi oleh adikku ini minta sesuatu dari iklan TV. "Ce, besok beliin Dyto permen itu ya yang rasa strawberry!",pintanya. "Permen yang mana, dek?",tanyaku kebingungan, soalnya perasaan tadi gak ada iklan permen walaupun nontonnya gak fokus."Nanti kalau muncul iklannya lagi, Dyto kasih tau yang mana.",jawabnya.

Gak lama berselang, ia pun menghampiriku lagi, "Ce, itu dia permennya! Besok beliin ya yang rasa strawberry!". Aku pun bergegas mendekat ke TV, astaghfirullaladziiiiiim! Tau gak saudara-saudara, itu bukan iklan permen!Tapi iklan kondie yang mereknya Fi**ta! *shock se-shock-shocknya*

Mau gak mau, mulailah aku melancarkan serangan rayuan maut untuknya. "Dek, itu bukan permen, tapi besok cece beliin permen rasa strawberry yah...", ngeles."Ah, masa bukan permen, itu banyak rasanya kok, ada strawberry, pisang...",jawab adikku, gak mau kalah. Somebody, please shoot me in the head!
"Pokoknya itu bukan permen! Besok kita beli permen beneran...",sanggahku kehilangan akal.

Aku pun merutuk-rutuk yang punya iklan dalam hati, kok kreatif banget bikin iklan ampe adikku ini nyangka itu permen! Pembohongan publik! Kenapa gak bikin aja sekalian rasa rendang ama rasa kari ayam!#eaaaa *lebay*

.:. Teringat kejadian ini gara-gara liat iklan yang sama setelah bertahun-tahun berlalu dan berharap itu gak terjadi juga ke Little Bee T_T
Aku traumaaaaaaa....Sungguh terlaluuuuuu.....



PS: Berhubung operator modem kuganti karena paket inetnya Marwan udah gak ada lagi,  dan ternyata lemot luar biasa berhubung tempat tinggalku memang di pedalaman banget, teman-teman blogger bersabar ya kalau aku lelet banget nge-post, reply komen apalagi blogwalking. Insya Allah, blog teman-teman satu-satu tetap aku singgahi. Jangan risau dan galau gara-gara aku yaaaah ^_^



post signature
continue >>

Free Digiscrapbook Design!

Kamis, Mei 03, 2012
Comments 54 komentar
Good News for you, my dear friends!

Mulai hari yang cerah di bulan Mei ini, Morning Raindrops sekarang membuka request digiscrapbook secara GRATIS! Hurrayyyy!

Gimana caranya?

1. Requester wajib adalah seorang blogger.

2. Kirim foto apa saja yang berkesan dan memberikan kenangan, maximal 2 buah (untuk 1 design/tema) berukuran minimal 500 pixel) ke Contact Me dengan format:
    1. Judul
    2. Cerita singkat / Tag Quote / Kata-kata indah mengenai foto
    3. Tema yang dipilih
    4. Alamat blog

3. Tema yang bisa dipilih sebagai berikut:
    1. Blustery Spring



continue >>
This blog is
Protected by Copyscape Plagiarism Detection
myfreecopyright.com registered & protected
DMCA.com
Copyrighted by Mayya.
Don't copy anything of this blog without any permissions.
 

Get Posts in Your Inbox

I ♥ My Readers!

Search

Memuat...

Guest Book

 

© 2010 MORNING RAINDROPS, Design by DzigNine
In collaboration with Breaking News, Trucks, SUV

UA-33031123-1