//
- 18 Feb 2015

Breastmilk: The Gift That Keeps on Giving

Berbekal pengalaman full ASI 2 tahunnya Little Bee, ketika hamil yang kedua, udah niatin juga Little Boo bakalan full ASI juga dong ya. Nah, salah satu alasan kenapa keukeuh pengen ngelahirin normal, salah satunya tak lain dan tak bukan karena mau ngerasain Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Namun apa daya, opsi untuk operasi cesar ternyata harus dilakukan, dan yang sungguh diluar dugaan, ternyata dibius total, berbeda ketika cesar Little Bee  yang hanya bius sebagian. Gagallah sudah IMD yang dinanti-nantiiii *sesenggukan di meja operasi*


Ketika sudah dipindahkan ke kamar dan untuk pertama kalinya bertemu Baby Boo, dimulailah bonding itu, menyusui. Gak pake tedeng aling-aling, Baby Boo langsung aja gitu bisa menyusui dengan lahap, sampai dipuji perawat-perawat. Lah, emaknya kan udah expert gitu, Sus, hihihi...

Bersyukur banget RS ini pro ASI banget. Tiap hari perawat khusus laktasi bakalan datang mengedukasi kandungan dan manfaat ASI, bagaimana memijat payudara dan bagaimana menyusui yang benar.

Kekecewaan karena tidak bisa IMD tergantikan oleh pro ASI RS dimana bayi tidur dengan ibunya di malam hari selama di RS. Rasanya bahagia banget sedari baru lahir hingga sekarang Little Boo hanya mengonsumsi ASI.

Ada satu pertanyaan yang sering ditanyakan ke saya, "Kok bisa sih ASI-nya cukup? Kan operasi?"
Saya percaya setiap ibu sudah dianugrahi keistimewaan ASI. Sejak hamil, tubuh sudah mempersiapkan si bayi dan juga ASI. Jauhkan diri dari sugesti bahwa jika operasi, susah untuk bisa menyusui bayi. Konsumsi air putih yang lebih banyak di kala menyusui juga harus dilakukan. Alhamdulillah bisa.

Kalau sugesti atau konsumsi ini itu belum juga cukup, ada klinik laktasi. Klinik laktasi akan membantu para ibu dengan konseling. Setahu saya, di Pekanbaru, RSIA Andini memiliki klinik laktasi. Dan RS dimana saya melahirkan, RS Santa Maria, juga memberikan edukasi dan konseling laktasi selama di RS setelah persalinan (seperti yang pernah saya ceritakan disini).
Bahkan ada juga loh yang bisa menyusui bayi adopsinya. Iya, a d o p s i ! (sumber)
 
***
Bicara ASI, tentu juga tak lepas dari MPASI (makanan pendamping ASI). Proses MPASI Boo adalah proses yang berat. Boo adalah bayi yang picky eater. Hingga umur setahun ini, sulit sekali untuk makan. Hasilnya, berat badan naik mepet sekali. Langsing, kalau gak mau dibilang kurus. Boo hanya mau suap sendiri, itupun kalau lagi mood. Yang paling Boo senangi, makan nasi pakai abon atau ngemilin ikan atau ayam. Pokoknya kalau Boo sampai mau memasukkan makanan ke mulut dan ditelan, emaknya bisa jingkrak-jingkrak keliling lapangan sepakbola.

Mau gak mau ASI yang terus jadi makanan utama hingga kini. Mudah-mudahan semakin besar Boo semakin nafsu makan ya!
 
***
Bee 5 tahun Boo 1 tahun

Beda baby Boo, beda pula pengalaman ASI Bee (sekarang 5 tahun). Pertama kali menyusui, ya ampuuun, nyerinya luar biasa. Puting luka dan lecet. Menyusui benar-benar membuat saya tersiksa. Untunglah, seminggu setelah Bee lahir, saya diberikan edukasi oleh dokter anak bagaimana menyusui yang benar.
credit
 
Saya masih bekerja dan kadang-kadang tergoda untuk memberikan susu formula padanya. Alhamdulillah, akhirnya kaleng dan kotak susu yang dibeli dari harga murah hingga mihil, tak ada yang mau dicicipinya *tekor bandar, mak!*
Bee hanya ingin ASI. Titik! Mulailah saya menyiapkan perlengkapan perang ASI. Botol kaca, pompa ASI, cooler bag dan reusable ice-nya. Jadi kalau ke kantor, udah kayak pindahan. Tas kantor di kiri, tas ASI di kanan.

Dikarenakan kantor tidak ada ruang menyusui, mau tidak mau, saya harus memompa ASI di... gudang! Lebih merana lagi, cuma saya satu-satunya yang memompa ASI. Hiks! Sukseslah mompa ASI ditemenin jangkrik eh laba-laba. *melipir ke pojokan*

Awalnya memompa ASI, bingung sendiri. Trial error cobain cara begini dan begitu, akhirnya bisa juga. ASInya keluar, tapi dikit! *lap keringat*
Coba terus, coba terus, entah berapa jam dicobain, barulah dapat kisi-kisinya! *ujian negara bu?*

Salah satu tips agar ASI yang dipompa tetap bisa banyak: susukan bayi hanya dengan satu payudara saja. Jadi yang satu lagi, bisa dipakai untuk dipompa. Hari libur kantor, tetap harus pompa ASI, supaya di hari Senin tetap ada persediaan.

Entah kenapa, ASI yang saya pompa hanya pas selalu 1 botol kaca. Jadi, kadang-kadang gak cukup untuk Bee. Kebetulan karena office boy pulang jam 3 sore, merangkaplah doi jadi ASI delivery man!

Makanya sampe sekarang saya penasaran, gimana caranya ibu-ibu lain bisa mompa ASI bejubel-jubel banyaknya ampe harus dilabel tanggal. Malah sampai bisa menyumbang ASI segala! Salut!
 
Pertanyaan yang muncul pertama kali di benak saya, gapapa tuh nyumbangin ASI? Kan nanti saudara sesusuan? Entar kalau gak tahu data penerima bagaimana?
Ternyata kita hanya harus memastikan bahwa bayi penerima berjenis kelamin sama dengan bayi kita yang sedang disusukan. Jadi gak perlu kuatir, kita pun bisa bersedekah dengan tenang.
 
Ngomong-ngomong soal menyumbang ASI, niat baik itu pun bisa terlaksana ketika Boo lahir. Alhamdulilah. Ternyata menyumbang ASI itu bikin kecanduan yaaa!

By the way, kabar Boo terakhir adalah ia harus diperiksa darah dan di-rontgen kan? Alhamdulillah, semua baik-baik saja. Hasilnya, Boo sehat! Makasih doanya ya teman-teman! ^___^

Penutup, udah gaya yang mana aja menyusuinya? Fufufufu *nyengir*
 
credit


post signature

12 komentar:

  1. Mantabh Mba. Salut! Perjuangan menyusui memang luar biasa tapi kedekatan yang dibangun juga jadi reward yang ga kalah juga. :) Seneng ya kalo dapat RS yang pro ASI..

    BalasHapus
  2. ternyata RS itu emang pengaruh banget ya. saya kemarin IMDnya lumayan lama dan ASI juga langsung keluar, entah karena RSnya ada dokter laktasi atau anak kedua lebih pengalaman atau ibunya hepi. Entahlah, yang penting ASI lancar, hehe

    BalasHapus
  3. Aku gak bisa ngasih ASI full buat Aisyah, soalnya aku hamil lagi,hehe.
    Terpaksa diselingi minum susu UHT.

    BalasHapus
  4. akhhh masa-masa seru ituh sudah lama berlalu dari kehidupan saya mak, tapi baca tulisan mak maya membuat saya memutar memory ke saat2 menakjubkan itu. Saya termasuk ibu yang ASI nya ngepass itu pun kalo gak keukeuh emaknya, tapi allhamdulillah sisulung hampir dua tahun minum ASI dan sean sampe dua tahun kurang. Fiuhhh....perjuangan menyusui sudah kutunaikan ^_^

    Salam buat dua jagoan gantengnya ya mak :)

    BalasHapus
  5. wah,makasih banget lo mbak ilmunya..semoga segera bisa eksekusi dan mempraktekkan aamiinnnnnn...

    BalasHapus
  6. waktu nyusuin Alvin aku mompa tapi gak telaten mbak, karena aku gak kerja jadi gak mompa lagi deh milih bawa anak kemana-mana

    BalasHapus
  7. Aku dulu waktu pompa ASi buat Arya, di UKS, dengan pintu UKS aku kunci :D
    Dan semua orang pada heran, itu kenapa motor aku kasih cooler box kaya delivery order segala :D
    Cuek aja..

    BalasHapus
  8. Nisa chan ngASI sampe 2 tahun 7 bulan. Muahaha. puas puas deh. :D
    tapi dia sekarang jadi picky eater. huhu. padahal dulu waktu sebelum umur setahun pemakan segala, setelah setahun mulai GTM pertama, sejak itu lah jadi picky. :'(

    BalasHapus
  9. hehe jadi nambah imu tentang asi mbak.. mksibh y mbak salam kenal....

    BalasHapus
  10. Wah udah gede aja nih bayinya mbak, perasaan baru aja kemarin ngasih selamat atas kelahiran bayinya. Apa kabar mbak? saya baru balik nih setelah kurang lebih setahun menghilang dari dunia perbloggeran hehe

    BalasHapus
  11. Samaaaaaa... nggak ngerasain IMD karna operasi, hiks... tapi Alhamdulillah bisa memberikan ASI full sampe 2 tahun :)

    BalasHapus
  12. beruntung sekali mereka yang bisa memberikan asi pada bayinya
    dan para bayi yang bisa mendapatkan asi dari ibunya....

    itu ssebuah karunia yang besar sekali lho

    BalasHapus

Your thoughts greatly appreciated! Share it with us! (^_^)
Nowadays, I've been have hard times to reply comments or blogwalking to your blog. So, thank you so much for visiting me here!

Facebook

This blog is
Protected by Copyscape Plagiarism Detection
myfreecopyright.com registered & protected
DMCA.com
Copyrighted by Mayya.
Don't copy anything of this blog without any permissions.