//
- 12 Mar 2015

Di Langit Jakarta Tak Ada Bintang

Di langit Jakarta tak ada bintang.

Pernahkah engkau memperhatikan?
Malam itu di dalam taksi yang membawa kami pulang,
terlihat pendar cahaya gedung-gedung yang indah rupawan,
yang nyatanya telah memudarkan cahaya bintang.




Atau orang-orang terlalu sibuk menatap ke bawah,
menatap layar smartphone,
terlupa bahwa hidup itu sementara,
dan tak lagi memperhatikan sekitar?
 
Saat itu di ruang tunggu bandara,
jikalau si kecil tidak berlari kesana kemari,
mungkin tidak kusadari sepasang kakek nenek yang bepergian berdua mengunjungi cucunya berumur setahun bernama Azka,
tak sabar menunggu ia bisa belajar berjalan.
Atau seorang pemuda rapi dan ramah yang mengagumi si kecil,
yang ternyata diundang perusahaan tempat ia bekerja
karena prestasinya sebagai karyawan teladan.
Atau seorang wanita yang senang hati menyuapkan makan siangnya pada si kecil.
 
Aku pun lupa bagaimana rasanya
begitu menyenangkan bisa bertegur sapa,
menatap lawan bicara
dan melihat senyum di wajahnya.

Di langit Jakarta tak ada bintang.

Begitupun di hatiku dan hati kita,
jika kita hanya menatap ke bawah,
ke layar smartphone.

*peluk anak-anak dan suami*



post signature

11 komentar:

  1. harus ada hari tanpa smartphone kali ya mba...tapi bener loh, kalau puasa sosmed aja sehari bikin hati tenang dan fokus pada dunia nyata...

    BalasHapus
  2. skrg ini memang banyak org yg terlalu sibuk dgn smartphone ya mba....

    BalasHapus
  3. Dunia nyata bersilaturrahmi bersama orang yang ditemui akan menambah keakraban dan kesantunan dalam berperilaku.
    Dunia maya boleh asal tidak melupakan dunia nyata yang sedang dihadapi dan diajak bicara.

    BalasHapus
  4. Skg smartphone menjadi tmn ketika sendirian di rmh...saat ada anak2 dan suami mereka yg kutatap dan kypandang mak. Trima ksh sudah mengingatkan :)

    BalasHapus
  5. sesekali tanpa gadget perlu juga ya mbak

    BalasHapus
  6. Ternyata, untuk sebagian orang, smartphone tidak menjadikannya manusia yang smart.
    Semoga manusia-manusia yang tersadarkan bisa menularkannya ke orang lain.
    Bumi ini terlalu luas untuk kita yang terlalu sering memandang ke layar fana.. :(

    BalasHapus
  7. kemaren pernah aku ngumpul dengan teman di suatu kafe, dan ternyata yang kami kerjakan hanya melihat smart phone masing-masing tanpa banyak berbicara, padahal ndak gitu juga sering comen2an di social media, jadi apa gunanya ngumpul ya?

    BalasHapus
  8. smartphone bisa menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. kalo saya ketemu calon suami kan bisanya 3 bulan sekali, nah saat itu bener2 gak boleh pegang henpon kecuali hal penting. kalo sama temen2 selalu ada waktu kumpul walopun sering ngobrol di whatsapp.

    BalasHapus
  9. setuju. Sebaiknya memang sesekali membiasakan hari-hari tanpa gadget. Kalau perlu bikin aturan di keluarga :)

    BalasHapus
  10. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus
  11. masih susah ngebiasain tanpa gadget wkwkwk...aku sama misua sering sama2 autis liatin handphone masing2 walau sambil ngobrol ahaha....

    BalasHapus

Your thoughts greatly appreciated! Share it with us! (^_^)
Nowadays, I've been have hard times to reply comments or blogwalking to your blog. So, thank you so much for visiting me here!

Facebook

This blog is
Protected by Copyscape Plagiarism Detection
myfreecopyright.com registered & protected
DMCA.com
Copyrighted by Mayya.
Don't copy anything of this blog without any permissions.