//
- 12 Mei 2015

Suamiku Tersayang ...

Suamiku tersayang,
Sudah berapa lama kita saling mengenal? Rasanya waktu berjalan begitu sebentar. Padahal penantian untuk bisa bersua denganmu begitu lama terasa.

Aku begitu membenci semua kebiasaan burukmu, tapi dirimu memiliki terlalu banyak kebaikan dalam satu orang manusia. Aku memiliki banyak kebiasaan baik, tapi diriku memiliki terlalu banyak keburukan dalam satu orang manusia. Dan begitulah caranya kita saling melengkapi.


Kehidupan buatku semakin membosankan. Pekerjaan rumah tangga yang monoton dan memuakkan. Aku lelah berperang dalam diriku dengan membanding-bandingkan apa yang aku tak punya dengan apa yang mereka punya. Padahal aku punya kamu. Mereka tidak punya. Bersyukur ternyata hanya sesederhana itu.

Suara raungan motormu dari jauh, entah bagaimana adalah suara yang paling aku rindukan setiap hari. Menandakan engkau pulang. Engkau pulang ke pelukanku. Maka kerinduan yang kutahan-tahan selama sehari terbayarkan dengan genggaman tanganmu.
Lalu besok adalah kerinduan baru yang menyesakkan.

Kosakata sepele menjadi kata-kata romantis sepanjang masa.
Halo, sayang?
Halo, bunda?
Halo, dinda?
Menandakan engkau ada. Engkau ada untuk mendengarku saat itu. Maka petualangan yang kulalui dengan mengeluh dan mengomel selama sehari akan lebur dengan suaramu.

Aku terlalu banyak menuntut. Perhatian darimu rupanya adalah candu buatku. Mengertilah, menyandang gelar menjadi perempuan setengah baya mulai menjadi rumit. Percaya bahwa cermin sebentar lagi perlu dibelah. Percaya bahwa nilaiku semakin berkurang hingga ke titik setengah. Setengah dari pandangan mata suami. Aku tak tahu apa yang bakal aku percayai di umur 40.

Suamiku tersayang,
Apa kabar hujan yang kita rindukan? Engkau memberikan tempatku berteduh, ketika aku menggigil basah dan kedinginan. Memberikanku satu-satunya jaketmu untuk engkau sampirkan di bahuku. Sedangkan aku berusaha keras menyembunyikan tangisanku dalam gemuruh hujan.

Hujan telah menyampaikan doaku. Engkau. Untuk menemukanku. Selamanya.


Pekanbaru, Mei 2015
Di tengah malam menanti dirimu pulang


posted from Bloggeroid

8 komentar:

  1. aih,so sweeeetttt....^^

    BalasHapus
  2. adduuh.... saya jadi melankolis gini ya jadinya setelah baca ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe...makasih udah baca curhatanku ya mbak :)

      Hapus
  3. curahan hati yang rindu suaminya ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kali ya mbak ahahaha...padahal tiap hari ketemu :p

      Hapus

Your thoughts greatly appreciated! Share it with us! (^_^)
Nowadays, I've been have hard times to reply comments or blogwalking to your blog. So, thank you so much for visiting me here!

Facebook

This blog is
Protected by Copyscape Plagiarism Detection
myfreecopyright.com registered & protected
DMCA.com
Copyrighted by Mayya.
Don't copy anything of this blog without any permissions.