//
- 14 Agt 2015

Pongek Situjuah - Kuliner Payakumbuh

Jika biasanya wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Barat berbondong-bondong ke Bukittinggi, tak ada salahnya menjelajah Sumatra Barat yang lain. Terlebih ketika saat Lebaran dan akhir tahun dimana Bukittinggi menjadi tumpah ruah oleh turis domestik maupun mancanegara. Nah, di saat begitu, bolehlah berkunjung ke Payakumbuh sebagai alternatif wisata kuliner.

Salah satu rumah makan yang kami singgahi beberapa hari setelah Lebaran adalah rumah makan Pongek Situjuah Payakumbuh (Masakan Dendi).






Sebenarnya di jalan yang sama tempat dimana rumah makan ini berada, ada lagi dua rumah makan lain yang terkenal yaitu Pongek OR Situjuah (ini rame banget dan tempatnya lebih cozy) dan Gulai Kambiang Uwan Situjuah.Namun atas rekomendasi teman lokal yang katanya tempat ini paling enak makanannya, kami memilih rumah makan ini.





Disini tersedia lesehan, tempat wudu, mushola dan toilet. Ada juga kolam ikan mas, ikannya besar-besar, namun kolam perlu perawatan serius.



Ciri khas rumah makan ini tentu saja pangek atau pongek. Pangek cubadak adalah citarasa spesial disini. Pangek atau pongek adalah gulai yang dimasak hingga kering kuahnya. Konon pangek ini harus dimasak menggunakan kayu bakar, bukan kompor, supaya cita rasanya tetap terjaga. Gulai kambingnya mantap, dendengnya juga. Penasaran banget dengan ikan bakar dan iga bakarnya, sayang karena begitu ramai kami belum sempat mencicipi.

kiri ke kanan : Gulai kambing, ayam bumbu, acar, sambal ikan salai, ayam bakar, dendeng. pangek cubadak (paling atas). Cabe hijau tidak terfoto, sudah kelaparan!

Yang berbeda disini dengan rumah makan lain karena ada lauk rumahan yang jarang disajikan di rumah makan lain seperti gulai putih jantung pisang atau acar misalnya. Sambal lado mudonya gak perlu diragukan, cetar di lidah! Sepiring nasi gak akan cukup deh!

gulai putih jantung pisang, yum yum!

Harga? Relatif murah loh! Kami makan berempat dengan nasi, gulai kambing, ayam bakar, ayam goreng bumbu, pangek nangka mudo (cubadak) , gulai putih jantung pisang, teh es hanya merogoh kocek 120rb-an. Rata-rata 30rb per orang. Murah kan untuk rasa dahsyat begitu?

Saya beri rating 8 dari 10. Rasa top markotop, harga terjangkau, hanya tempat yang perlu lebih dibuat nyaman serta pelayanan yang dibuat lebih cepat lagi. Maklum, musim lebaran biasanya memang membludak ya…

Melewati payakumbuh pada saat perut keroncongan? Mampir kesini dong: Pongek Situjuah Masakan Dendi Payakumbuh!

post signature

Disclosure : Please note some of the links in this post maybe affiliate links (compensation level 3). This doesn't cost you anything additional. Read my disclosure here.

5 komentar:

  1. gulai jantung pisang enak ya mbak?belum penrah makan jantung pisang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cobain deh mbak, masak jantung pisang dengan gulai putih biasa. Sedaaap :)

      Hapus
  2. kalau warung ada lesehannya pasti keren, saya suka saya suka : )

    BalasHapus
  3. ini kalau di jawa mungkin kayak Wartegnya sumatra ya bu :)

    BalasHapus
  4. YA Allah taragak pulang jadinyo...😢😢😢

    BalasHapus

Your thoughts greatly appreciated! Share it with us! (^_^)
Nowadays, I've been have hard times to reply comments or blogwalking to your blog. So, thank you so much for visiting me here!

Facebook

This blog is
Protected by Copyscape Plagiarism Detection
myfreecopyright.com registered & protected
DMCA.com
Copyrighted by Mayya.
Don't copy anything of this blog without any permissions.