//
- 22 Nov 2016

Anakku, Kosongkan Gelasmu!

Nak,  terlalu banyak hal buruk yang pernah Bunda lalui di masa lalu,  hingga pada suatu waktu Bunda pernah bertanya pada Allah,  kenapa begitu  buruk hidup yang ia berikan pada Bunda, padahal Bunda masih kanak-kanak untuk mengerti ini dan itu.
***
Bunda doakan kalian,  anak-anakku, memiliki kserendahan hati dan kemuliaan akhlak.
Akhlak yang memperlakukan orang tua selain orang tuamu dengan hormat dan berkata santun. Mendahulukan kepentingan orang banyak walaupun hanya hal sepele seperti memungut batu besar di jalan atau memungut sampah bungkus makanan yang terserak di dekat tong sampah.
Menahan pintu untuk orang yang berada di belakangmu.
Bertenggang rasa.
Bertoleransi.
Rendah hati.
Antri tanpa peduli seberapa pentingnya urusanmu.
Mengucapkan salam atau minta ijin memasuki rumah orang lain.
Tersenyum bahkan dengan orang yang tak engkau kenal.
Menahan diri berdebat walaupun engkau benar.
Memberikan tempat duduk di bus.
Membantu bawaan wanita.
Mengunjungi teman sejawatmu yang sakit,  seringan apapun.


Membawakan buah atau sekedar datang ketika istri rekan sejawatmu atau rekan sejawatmu yang perempuan melahirkan. Ingatlah, menjadi Ibu itu butuh penghiburan dan perhatian. Sekecil apapun.
Ramah pada anak-anak.
Sholat shubuh di mesjid.
Mengosongkan gelas ilmu yang ada di hatimu ketika bertemu orang baru. Rendah hatilah.
Ketika orang lain berbuat salah padamu,  salahkan tabiatnya. Bukan suku atau agamanya. Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kita mengasihi.
Berprasangka baik.
Mendekatkan diri pada teman-teman berpengaruh baik dan jaga jarak dengan teman-teman berpengaruh buruk,  namun tetap berteman baik.
Jika marah,  pikirkanlah apakah hal itu penting 5 tahun lagi.  Jika penting,  marahlah.  Jika tidak penting,  enyahkanlah amarahmu.
Kerjakanlah ibadah sunah. Itu menentramkan hatimu.
Utarakan maksudmu tanpa menyinggung.
Jika tidak bisa menolong kesulitan orang lain,  tunjukkan rasa empatimu dengan tulus.
Sedekah rutin. Itu melembutkan hatimu.
Bantulah istrimu terlebih ketika ia hamil dan mengurusi anak-anakmu. Pijitlah badannya. Bawakan ia makanan sepulang engkau kerja. Belikan ia barang kesukaannya sesekali. Bawalah ia bepergian, libur dari rutinitasnya. Perempuan jadi aneh kalau terlalu lama terkungkung dalam rumah.
Gantung handuk pada tempatnya,  maka istrimu tak perlu mencerewetimu hari itu.
Telponlah ibumu sesekali. Ia rindu suaramu.
Ajarkan anak-anakmu aqidah akhlak,  puasa, mengaji dan sholat lima waktu.  Keraslah untuk urusan itu. Bekal itulah yang bisa engkau tinggalkan untuk anakmu kelak jika ia jauh atau engkau tiada. Bekal itulah yang menjaganya agar tetap di jalan lurus.
Apapun yang orang lain pikirkan tentangmu,  bukanlah urusanmu.
Kamulah yang memiliki kuasa atas kebahagiaanmu.
Kebahagiaan bukan untuk dicari,  namun mensyukuri atas nikmat yang telah diberikan padamu.
***
Setelah sekian lama,  Bunda tahu jawabannya.  Allah tidak memberikan hidup yang buruk untuk Bunda.  Allah begitu sayang pada Bunda,  ia ingin hidup Bunda bahagia bersama Ayah dan kalian,  sehingga ia menguji Bunda agar Bunda pantas untuk itu, agar Bunda mengambil pelajaran. Allah ingin Bunda selalu mengingatNya dalam kondisi apapun. Ia tak ingin Bunda berputus asa.
Ingatlah Nak,  seburuk apapun kondisi yang kalian alami ketika membaca ini,  bersujudlah.  Jika masih belum tenang hatimu,  kajilah Qur'an. Jawabannya ada disana. Bunda yakin,  kalian bisa menemukan jalan keluarnya dengan jalan yang Allah ridhoi.

2 komentar:

  1. Menjadi ibu itu butuh penghiburan dan perhatian

    Betuuuul banget :)

    Aamiin... untuk semua doa indahnya :)

    BalasHapus

Your thoughts greatly appreciated! Share it with us! (^_^)
Nowadays, I've been have hard times to reply comments or blogwalking to your blog. So, thank you so much for visiting me here!

Facebook

This blog is
Protected by Copyscape Plagiarism Detection
myfreecopyright.com registered & protected
DMCA.com
Copyrighted by Mayya.
Don't copy anything of this blog without any permissions.